Pengumuman Seleksi Tahap III (FINAL) Penerimaan Peserta Didik Baru SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2019

PETUNJUK TEKNIS DAFTAR ULANG PESERTA DIDIK BARU SMK NEGERI JATENG TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Calon peserta didik baru SMK Negeri Jateng Tahun Pelajaran 2019/2020 yang dinyatakan Lulus seleksi tahap  III (final) wajib melaksanakan Daftar Ulang Peserta Didik Baru pada :

Hari / tanggal : Selasa – Rabu / 18 – 19 Juni 2019

Tempat :

  1. SMK Negeri Jateng Di Semarang
  2. SMK Negeri Jateng Di Pati
  3. SMK Negeri Jateng Di Purbalingga

  ( sesuai dengan sekolah yang dipilih )

Waktu : Pukul 08.00 – 15.00 WIB

 

Ketentuan Daftar Ulang Peserta Didik Baru :

  1. Siswa mengenakan pakaian osis;
  2. Siswa wajib didampingi salah satu orang tua / wali murid;
  3. Membawa matrai 6000 sebanyak 2 (dua) lembar;
  4. Membawa berkas ASLI antara lain :
    a.   Ijazah dan SKHUN (bagi yang sudah memiliki);
    b.  SKHUN Sementara;
    c.  Surat Keterangan Lulus;
    d.  KIP/KIS/SKTM;
    e.  Piagam Kejuaraan (bagi yang mempunyai).
  5. Bagi peserta didik baru yang tidak melaksanakan daftar ulang maka akan dianggap gugur dan mengundurkan diri, panitia berhak mengganti dengan calon peserta didik cadangan

Berikut ini kami sampaikan HASIL SELEKSI TES TAHAP III (FINAL) PPDB SMK NEGERI JAWA TENGAH :

SK TES TAHAP III (FINAL) SEMARANG

SK TES TAHAP III (FINAL) PURBALINGGA

SK TES TAHAP III (FINAL) PATI

(Keputusan Panitia bersifat final)

 

Panitia PPDB SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2019

 

Longmarch 17 KM dan LDK: Karakter Kuat, Raga Sehat, SMK Hebat

Semarang – Sebanyak 120 siswa kelas X SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang mengikuti longmarch 17 km dan LDK sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pendidikan Dasar Kepemimpinan (PDK) pada Selasa–Rabu (15/10–16/10). Siswa melaksanakan kegiatan longmarch dimulai dari SMK Negeri Jateng di Semarang menuju Yon Arhanud 15/Dahana Bhaladika Yudha (DBY) Semarang dengan antusias dan semangat yang tinggi. Pelatihan baris–berbaris dasar pun menjadi awal pembukaan kegiatan longmarch di Batalyon Arhanud 15/DBY sebelum berlangsungnya upacara pembukaan. Pihak sekolah dengan diwakili wakasek kesiswaan menyerahkan siswa untuk dibina selama 2 hari kepada pihak batalyon saat berlangsungnya upacara pembukaan.

Selama dua hari satu malam, siswa kelas X mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang oleh tim pelatih dari Yon Arhanud 15/DBY. Mulai dari PBB, yel – yel siswa, pelatihan kedisiplinan, game kekompakan, serta materi bela negara. Siswa mengikuti kegiatan dengan sangat bagus, fisik yang dimilikinya pun telah mumpuni, tingkat disiplin yang dimiliki cukup baik, serta tidak mudah mengeluh membuat saya bersemangat pula dalam melatih” tandas Silvino Soares, pelatih dari Yon Arhanud 15/DBY. Setelah mengikuti kegiatan acara tersebut, siswa melaksanakan pembaretan sebagai ujung dari acara LDK ini.

“Semangat mengikuti kegiatan baik dalam maupun luar kampus, tingkatan terus kedisiplinan dalam diri, tetap jalin hubungan dengan para pelatih, pererat hubungan antar teman satu almamater, serta jauhi obat – obatan terlarang (narkoba, napsa, miras).” Pesan pelatih Soares wawancara dipengujung acara.

Setelah melaksanakan pendidikan dasar kepemimpinan (PDK) selama tiga bulan dalam lingkungan sekolah tanpa diizinkan keluar sekolah, kegiatan longmarch ini menjadi ajang bagi siswa melaksanakan pendidikan diluar sekaligus refresing dari kegiatan disekolah. “Menyiapkan karakter siswa kelas X agar siap mengikuti kegiatan di SMK menjadi tujuan awal dilaksanakan kegiatan ini,” jelas Bagus Suryokusumo, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri Jateng di Semarang.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini pihak sekolah berharap agar karakter kedisiplinan dan tertib peraturan dapat tertanam didalam diri siswa sejak dini sehingga siap untuk menghadapi dunia usaha dan dunia industri. Bidang kesiswaan SMK Negeri Jateng juga merencanakan kegiatan serupa bagi siswa kelas XI dan XII berupa kegiatan upgrading pendidikan karakter sebagai tindak lanjut ke depannya.

 

 

Liputan oleh Burhannur Arif Santoso XI TITL

Penyunting oleh Daning Wahyu Rokhana, S.Pd

SMILES: Gerakan Sadar Kesehatan Diri

Jumat (4/10) SMK Negeri Jateng di Semarang mengirimkan 50 siswa untuk mengikuti launching Sekolah Milenial Sehat (SMILES) yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersinergi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di SMA Negeri 3 Semarang. Acara yang juga diikuti oleh SMA Negeri 1 Semarang, SMA Negeri 3 Semarang, dan SMK Negeri 7 Semarang ini diawali dengan senam bersama, dilanjutkan peresmian program SMILES, lomba senam peregangan, dan deteksi dini kesehatan siswa. 

SMILES merupakan salah satu upaya pengendalian penyakit menular (PT) dan penyakit tidak menular (PTM) dengan sasaran remaja sekolah menengah. Hal ini didasarkan pada realita remaja berpotensi terkena penyakit karena kebiasaan yang kurang sehat, seperti merokok.

“Bagus sekali! Sebaiknya program ini dilaksanakan oleh semua SMA/SMK se-Jawa Tengah agar deteksi PM dan PTM dapat dilakukan di semua sekolah,”ungkap Bagus Suryokusumo, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri Jateng di Semarang.

Tak hanya mendapatkan ilmu baru, SMK Negeri Jateng di Semarang juga berhasil menyabet juara 2 dalam lomba senam peregangan. Sebagai tindak lanjut program SMILES, pada Jumat depan (11/10) akan diadakan deteksi dini kesehatan siswa yang melibatkan seluruh siswa SMK Negeri Jateng di Semarang.

Ditulis Oleh Carolin Indrayani

Penyunting Daning Wahyu Rokhana, S.Pd

Jurnalistik SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang

8 Siswa SMK Negeri Jawa Tengah mendapatkan nilai 100 dalam UNBK Tahun 2019

Hari ini 13 Mei 2019 adalah momen bersejarah bagi siswa kelas XII SMK Negeri Jawa Tengah. Karena pada hari ini akan di umumkan hasil Ujian Nasional mereka.
3 Tahun sudah mereka berjuang dan berusaha keras dalam pendidikan di SMK Negeri Jawa Tengah, dan hari ini lah yang di tunggu oleh mereka.

Wakil Kepala Sekolah Drs. Trubus. MM mengumumkan hasil ujian yaitu untuk tahun 2019 ini alhamdulilah 117 Siswa kelas XII SMK Negeri Jawa Tengah Lulus semua. hal ini juga diikuti oleh prestasi yang gemilang yaitu 8 Anak mendapatkan nilai 100 untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.

Adapun nama anak-anak tersebut adalah
1. Thowaf Adiarga _ Matematika
2. Anggi Dwiyanto _ Matematika
3. Maulana Afif _ Matematika
4. Riska Yunita _ Bahasa Indonesia
5. Nadia Zulfa_ Bahasa Indonesia
6. Herlambang Prasetyo _ Matematika
7. Ragil Budianto _ Bahasa Indonesia
8. Galih Tegar Febianto _ Matematika