Pengumuman SK Penetapan Peserta Didik Baru SMK Negeri Jawa Tengah 2020-2021

Dimohon bagi yg sudah diterima untuk melakukan daftar ulang secara online Tanggal 17-19 Juni 2020

1. Foto KK Asli

2. Foto Akta kelahiran Asli

3. Foto SKL bagi yg sudah menerima

4. Foto KTP orangtua asli

5. Foto Surat Keterangan Miskin Asli (PKH/KIP/KIS)

6. Foto seluruh badan dengan membawa surat pernyataan (menggunakan seragam SMP dan potongan rambut rapi, bagi putra potongan rambut 2cm, bagai putri potong pendek bahu)

7. Unduh dan isi Surat Pernyataan Orang Tua Bermaterai Di Unduh Berkas

 

Poin 1-7 Berkas difoto kemudian dikirim ke No WA CP Daftar ulang dibawah ini:

 

CP Daftar Ulang SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang

BKP : Ryan 0813-5620-1133 dan Bunga 0812-5917-0062

TITL : Arif 0853-2504-5022 dan Exsan 0822-4250-6759

TEI : Taufik 0856-4374-0540 dan Najid 0856-4733-4792

TP : Yudas 0838-3857-0457 dan Aji 0812-2530-098

TKRO : Zanuar 0813-2647-4001 dan Nur Khamim 0857-2944-8148

 

CP Daftar Ulang SMK Negeri Jawa Tengah di Purbalingga

Pengelasan: Rozak 085876710643

Pemesinan: Resli 085713435064

 

CP Daftar Ulang SMK Negeri Jawa Tengah di Pati

APHP: 085641157939

TBO: 081213820636

VERIFIKASI JARAK JAUH PPDB SMKN JATENG 2020/2021

Salam #SangJuara

Dengan ini disampaikan mekanisme verifikasi Jarak Jauh untuk Calon Peserta Didik Baru 2020/2021

  1. Silakan unduh file yang ada dibawah ini
  2. Isikan dengan Tulis tangan atau Ketik dengan tinta warna Hitam
  3. Cantumkan nomor HP yang aktif WhatsApp
  4. Silakan Pindai atau Foto Surat Pernyataan dan Kirimkan Ke Nomor Panitia yang tertera Pada Website PPDB
  5. Pastikan Nomor yang tercantum aktif untuk dilakukan Video Call
  6. Pemalsuan atau Memberikan Informasi yang tidak Benar Merupakan Tindak Kejahatan dan Akan Diproses sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesia
  7. Verifikasi terjadwal Tanggal 3 – 8 Juni 2020

Semangat dan Salam #SangJuara

 

PENETAPAN LOKASI TES KESEHATAN PPDB 2020-2021

Diinformasikan kepada seluruh calon siswa SMK Boarding School Jateng yang lulus pada Tahap 1 untuk dapat mengetahui dan melaksanakan informasi sebagai berikut.

  1. Tes Tahap 2 yaitu berupa tes kesehatan dan tes psikotes.
  2. Setiap peserta tes tahap 2 wajib mencetak kartu tes tahap 2 pada laman PPDB SMKN Jateng
  3. Setiap peserta tes tahap 2 wajib mengecek LOKASI DAN SESI tes dan datang pada lokasi dan sesi yang sudah ditetapkan.
  4. Setiap peserta tes tahap 2 dan pengantar wajib menerapkan protokol pencegahan Covid-19, seperti: menggunakan masker, melakukan physical diatancing, tidak berkerumun, dan sebagainya.
  5. Menggunakan seragam SMP Lengkap

Demikian informasi ini untuk dapat dipahami dan dipedomani.

Terima kasih

Silakan unduh berkas dibawah ini untuk melihat lokasi tes

PENGUMUMAN TAHAP I PPDB SMKN BOARDING SCHOOL JATENG TA 2020/2021

Diinformasikan kepada seluruh calon peserta didik atau pendaftar SMK Boarding School Jawa Tengah bahwa:
1. Tes Tahap 2 akan diinformasikan secara terpisah dari pengumuman ini dan akan disampaikan segera.
2. Untuk selalu mengecek informasi PPDB melalui website resmi ppdb.smknjateng.sch.id

 

Catatan:

  1. Keputusan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
  2. Berkas yang dikirim merupakan hak sekolah

Terima kasih

 

HOME LEARNING AKIBAT COVID-19

Berbicara mengenai pelaksanaan sistem pendidikan di Indonesia saat ini pastinya tak lepas terkait sistem Home Learning  dan Peniadaan UN 2020 akibat dari penyebaran Covid-19 yang semakin masif dari waktu ke waktu. Perubahan tata cara belajar mengajar dan fasilitas yang digunakan adalah akibat yang ditimbulkan dari adanya keputusan tersebut. Banyak dari orang tua siswa yang mengeluhkan perubahan yang terjadi serta fasilitas yang kurang memadai, seperti halnya masalah jaringan. Kegiatan Home Learning ini memang menggunakan sistem daring (dalam jaringan) yang memungkinkan siswa dan guru tetap melakukan kegiatan belajar mengajar tanpa harus berinteraksi secara langsung.

Merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Dissease (Covid-19) pada satuan pendidikan. Surat itu ditujukan kepada kepala dinas pendidikan provinsi, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, kepala lembaga layanan pendidikan tinggi, pemimpin perguruan tinggi, dan kepala sekolah di Indonesia untuk mengawasi jalannya proses pembelajaran tanpa interaksi secara langsung baik siswa, ataupun satuan tenaga pengajar lainnya. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran peserta didik baik formal maupun nonformal dilakukan dari rumah mulai tanggal 16 maret 2020 sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

Kepala satuan pendidikan bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dari rumah, melakukan evaluasi terkait jalannya pembelajaran, serta memastikan bahwa kegiatan administrasi sekolah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Juga menginformasikan perihal ini kepada orang tua siswa agar dapat memastikan putra/putrinya untuk tetap berada dirumah dan mengawasi dan mendampingi dalam kegiatan belajar mengajar.

Seperti halnya SMK NEGERI JAWA TENGAH, yang merupakan sekolah vokasi berbasis boarding school juga ikut melaksanakan perubahan sistem yang dibuat Kemendikbud. Dengan cara memulangkan para peserta didik ke rumah masing-masing guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Sebelum peserta didik dipulangkan dilakukan sosialisasi tentang bahaya, penyebaran, carrier, serta pencegahan dari virus corona. Juga dari petugas kesehatan selalu mengingatkan akan pentingnya physical distancing dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Pembelajaran dilakukan melalui berbagai platform, contohnya Google Classroom dan Whatsapp Group setiap kelasnya yang beranggotakan peserta didik dan guru pembimbing serta bagian kurikulum. Penugasan tak hanya tentang materi pokok akan tetapi juga ada guru pembimbing yang memberikan materi pembelajaran sesuai mata pelajaran yang diampu ataupun dengan topik khusus yaitu corona virus dari sudut pandang fisika dan matematika yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami siswa.

Banyak siswa dan orang tua siswa yang mengeluhkan tentang masalah tidak tersedianya kuota sehingga siswa telat mengumpulkan tugas atau tidak mengetahui edaran pembaruan informasi yang diberikan oleh guru.

Menindaklanjuti dari keluhan siswa tentang sulitnya kuota internet untuk mengakses tugas, pihak sekolah memberikan pulsa yang diharapkan bisa untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan penilaian. Setiap siswa berhak mendapatkan pulsa sebesar Rp. 75.000,00 yang dapat mereka belikan paket internet. Jika dilihat dari jumlahnya memang tak seberapa, namun ini adalah salah satu upaya sekolah untuk menyukseskan program belajar dari rumah yang tengah berlangsung.

Kemendikbud juga meluncurkan program TV Edukasi melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang bisa dijangkau oleh semua tingkat pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA sederajat. Kebijakan ini diambil dalam rangka menanggapi keluhan akan susahnya jaringan dan kuota internet didaerah yang terbatas akses internet.

Yang perlu digaris bawahi oleh para guru atau tenaga pengajar serta orang tua pada saat saat seperti ini adalah penjelasan dari Dikdasmen Kemendikbud, Haris Iskandar. Yang mengatakan bahwa materi yang disampaikan kepada siswa jangan hanya tugas dan tugas, tapi buatlah pelajaran yang menarik pelajaran yang bermakna dan itu tak hanya dari pembelajaran kognitif namun bisa melalui pelajaran kehidupan, jika memberikan pembelajaran kognitif harus sampai siswa benar benar paham.

Sebagai siswa juga harus diingat bahwa ini bagian dari pembelajaran dan upaya pemerintah dalam menghadapi pandemi di negeri ini. Walau berbeda dan banyak kendala, pendidikan harus tetap dijalankan guna mencapai tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa agar bisa membawa arah perubahan yang lebih baik dimasa mendatang.

 

Talal Aziz AF

PELAKSANAAN PENILAIAN TENGAH SEMESTER (PTS) GENAP TAHUN 2020 DALAM JARINGAN (DARING)

Menanggapi SE Mendikbud No.3 tahun 2020 tentang sistem home learning akibat dari penyebaran COVID-19 yang makin masif, sistem pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang pendidikan berubah menjadi metode Daring (dalam jaringan) yang memungkinkan guru dan siswa tetap dapat melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tanpa harus keluar rumah dan melaksanakan social distancing. Seperti halnya SMKN Jawa Tengah di Semarang yang melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS) genap tahun  2020 secara daring.

PTS Daring ini dilaksanakan sejak tanggal 20 – 27 april 2020 dan sempat diundur sampai tanggal 30 april 2020 karena bertepatan dengan awal puasa Ramadhan 2020. Untuk menunjang koneksi internet setiap siswa mendapat bantuan kuota senilai Rp. 75.000. Pemberian bantuan kuota tersebut juga untuk meringankan beban orang tua siswa yang notabene berasal dari keluarga tidak mampu. PTS dilaksanakan melalui platform office 365 dengan soal yang dibuat sendiri oleh masing-masing guru mata pelajaran. Setiap mata pelajaran terdiri dari 20 soal dan siswa diberi waktu 60 menit untuk mengerjakan.

Karena dilaksanakan secara daring, para siswa terkendala akses internet yang buruk karena mengingat rumah siswa yang terletak jauh dari perkotaan tetapi media yang digunakan (misal hp) juga kurang memadai. Walaupun dengan segala keterbatasan yang dimiliki dan bertepatan dengan dilaksanakannya puasa ramadhan, para siswa tetap antusias dalam melaksanakan PTS Daring ini, seperti kata Ahmad Gunawan “Untuk menghadapi PTS kali ini harus mempersiapkan jiwa dan raga. Jiwa itu harus mengendalikan emosi pribadi dan mensucikan diri di bulan ramadhan agar nilai yang didapatkan juga berkah. Mempersiapkan raga artinya harus belajar sungguh-sungguh dan tidak lupa melakukan aktivitas fisik.”

 

Rahma Alifatunnisa X TEI

SOSIALISASI PPDB SMKN JATENG DI JATENG FUN

Minggu (23/02/2020), seluruh siswa kelas sepuluh SMKN Jawa Tengah di Semarang mengikuti kegiatan Jateng Fun. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk rekreasi bagi siswa sekaligus sebagai sarana sosialisasi telah dibukanya PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) SMKN Jawa Tengah 2020.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberitahukan kepada seluruh masyarakat tentang talah dibukanya PPDB SMKN Jawa Tengah khususnya bagi wilayah Semarang. Kegiatan ini bertempatan di daerah Simpang Lima Semarang pada saat acara Car Free Day(CFD).

Menanggapi hal itu, salah satu dari kami mewawancarai salah satu masyarakat yang pada saat itu berada dilokasi CFD.

Pada saat mewawancarai dilokasi, Bapak Rastiyo salah satu pengunjung mengaku belum mengetahui tentang PPDB SMKN Jawa Tengah sudah dibuka mulai 24 Februari sampai 10 Apri 2020. Dan beliau meminta kami agar mensosialisasikannya kepada masyarakat lebih luas melalui media sosial.

Kami bercerita tentang SMKN Jawa Tengah yaitu sekolah vokasi atau sekolah kejuruan yang didirikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan tujuan memutus rantai kemiskinan di Jawa Tengah. Siswa tidak dipungut biaya apapun alias gratis karena semua biaya telah ditanggung oleh Pemprov Jateng melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mulai dari biaya sekolah, seragam, perlengkapan sekolah, asrama, makan, dan kebutuhan lainnya.

SMKN Jawa Tengah sendiri memiliki 8 program keahlian yang terbagi dalam 3 kampus yaitu;

  • Kampus I : SMKN Jawa Tengah di Semarang dengan 5 program keahlian dengan masing masing 1 rombel kelas:
  1. Bisnis Konstruksi dan Properti,
  2. Teknik Elektronika Industri,
  3. Teknik Instalasi Tenaga Listrik,
  4. Teknik Permesinan, dan
  5. Teknik Kendaraan Ringan Otomotif.
  • Kampus II : SMKN Jawa Tengah di Pati dengan 2 program keahlian dengan masing masing 1 rombel kelas:
  1. Agribisnis dan Pengolahan Hasil Pertanian, serta
  2. Teknik Body Otomotif.
  • Kampus III : SMKN Jawa Tengah di Purbalingga dengan 2 program keahlian dengan masing masing masing 2 rombel kelas:
  1. Teknik Pengelasan, dan
  2. Teknik Permesinan.

SMKN Jawa Tengah menerapkan sistem full boarding atau asrama untuk melatih kemandirian siswa dengan pendidikan semi militer guna membentuk karakter yang unggul.

Setelah lulus dari SMKN Jawa Tengah, Untuk mencari pekerjaan ataupun mengenal Dunia Usaha dan Dunia Industri akan difasilitasi oleh pihak sekolah. Apabila siswa ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi maka dari pihak sekolah akan mengarahkan ke SBMPTN bidik misi yang nantinya tidak dipungut biaya.

 

Tim Jurnalistik SMK Negeri Jawa Tengah

junalistik.smknjateng.sch.id

Uji Coba Assessmen Kompetisi Minimum (AKM)

Mengacu pada Permendikbud No.43 tahun 2019 yang difokuskan dengan adanya rencana pengahapusan ujian nasional mulai tahun 2021.Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nadien Makarim mengeluarkan kebijakan barunya berupa penghapusan UN dan merubahnya menjadi AKM (Assessmen Kompetisi Minimum).

AKM adalah sebuah sistem evaluasi yang lebih fokus untuk mengukur kompetensi siswa dalam segi membaca (literasi), numerik (matematika) serta karakter.Penilaian yang diambil dalam asesmen mengacu pada standar international, seperti PISA (Progamme for International Student Assesment) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS).

Menurut survei PISA pada tahun 2018 pendidikan di Indonesia mengalami penurunan pada semua bidang jika dibandingkan dengan tahun 2015. Dibuktikan dengan rendahnya minat membaca (literasi) dan numerik (matematika). Dengan adanya AKM menjadi harapan baru bagi pemerintah dalam memperbaiki pendidikan di Indonesia.

Apa tanggapan masyarakat?

Dalam sesi wawancara yang digelar oleh tim jurnalistik SMK N Jawa Tengah dengan salah seorang guru (Laely Rohmatin A. S.pd.M.Pd.) setelah mengikuti simulasi AKM,beliau menuturkan, “Memang untuk sekadar membaca semua siswa bisa melakukannya namun untuk mengerti atau memahami isi dari suatu teks masih tergolong sangat awam apa yang dimaksud oleh penulis kadang belum tersampaikan kepada siswa.”(19/20)

AKM  memuat soal yang berdeda dengan soal ujian nasional seperti biasanya. Soal-soal yang dihadirkan berkonsep kontekstual, menyoal isu terkini, dan memerlukan penalaran yang tinggi. Sehingga,siswa harus berfikir secara holistik dan komprehensif.

Dengan begitu, guru juga semestinya harus membiasakan bentuk-bentuk soal tersebut dalam keseharian proses penilaian. Proses pembelajarannya pun juga harus mampu menghantarkan siswa dapat menjawab berbagai bentuk soal seperti pilihan ganda, dari yang biasa hingga yang komplek, uraian, missing word, menjodohkan, benar-salah, dan ceklist

“Dengan melihat jenis soal yang telah ibu kerjakan, Ibu sangat sepakat dengan adanya kebijakan ini. jadi,siswa selain membaca (literasi) juga dapat memahami maksud dari soal tersebut.” tambahnya

Kesiapan siswa dengan kebijakan ini dirasa sudah cukup. Asalkan adanya pembenahan kurikulum hingga sesuai dengan kebijakan yang ada. Karena sistem belajar sekarang terkesan membebankan siswa dan kurang applicable sehingga bisa mematikan kreatif dan kemampuan menganalisis siswa.

Disusun oleh: Robi Aziz Arifianto X TKRO