PPDB SMK NEGERI JAWA TENGAH TAHUN 2020 SUDAH DIBUKA

SEKOLAH BOARDING GRATIS (KHUSUS KELUARGA KURANG MAMPU BAGI WARGA JAWA TENGAH)

Dengan hormat,
Mohon bapak/ibu/sdr dapat menginformasikan kepada anak/sdr/adik/tetangga yang ingin melanjutkan SMK tetapi tidak ada biaya untuk melanjutkan. SMK Negeri Jawa Tengah solusinya. Sekolah layanan publik milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dibiayai APBD penuh sebagai upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan di Jawa Tengah.

GRATIS dari biaya sekolah, seragam, perlengkapan sekolah, diasramakan (wajib), Makan, Sandang, dan kebutuhan lainnya.

Dengan ini kami sampaikan PPDB SMKN Jawa Tengah sudah dibuka mulai 24 Februari – 10 April 2020

SMKN Jawa Tengah memiliki 3 kampus:
Kampus 1 : SMK Negeri Jateng di Semarang
Program Keahlian:
1. Bisnis Konstruksi dan Properti
2. Teknik Elektronika Industri
3. Teknik Instalasi Tenaga Listrik
4. Teknik Pemesinan
5. Teknik Kendaraan Ringan

Kampus II : SMK Negeri Jateng di Pati
Program Keahlian:
1. Agribisnis dan Pengolahan Hasil Pertanian
2. Teknik Perbaikan Body Otomotif

Kampus III : SMK Negeri Jateng di Purbalingga
Program Keahlian:
1. Teknik Pemesinan
2. Teknik Pengelasan

INGAT KUOTA TERBATAS
Setiap tahun SMK Negeri Jawa Tengah hanya menerima siswa sejumlah 264 peserta didik yang dibagi di 3 sekolah tersebut yaitu: Kampus Semarang 120 siswa, Kampus Pati 48 siswa, dan Kampus Purbalingga 96 siswa. Kuota tersebut diperebutkan ribuan pendaftar dari wilayah yang tersebar di Jawa Tengah.

Berikut adalah kriteria calon peserta didik :
1. Dari keluarga tidak mampu dibuktikan dengan KPS/KIP/PKH/Surat keterangan tidak mampu
2. Memiliki potensi akademis dan non akademis yang baik
3. Berkelakuan baik
4. Berminat melanjutkan sekolah
5. Ada dukungan dari orang tua

Persyaratan Administrasi yang harus dilengkapi :
1. Cetak formulir pendaftaran yang telah diisi secara online pada web http://ppdb.smknjateng.sch.id/
2. Foto copy KK yang (legalisir Kelurahan) ;
3. Foto copy KTP orang tua/wali yang (legalisir kelurahan);
4. Foto copy akta kelahiran.
5. Foto copy NISN (legalisir Kepala Satuan Pendidikan)
6. Foto copy KPS/KIP/PKH (legalisir kelurahan) atau Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan
7. Foto copy Rekening Listrik satu bulan terakhir;
8. Foto copy raport semester 1-5 yang disahkan oleh Kepala Satuan Pendidikan bagi calon yang duduk di kelas 9 SMP/ MTs, dan bagi calon yang lulus tahun 2017/2018 ditambah fotocopy SKHUN dan fotocopy ijasah yang disahkan oleh Kepala Satuan Pendidikan. (Bagi sekolah yang menggunakan kurikulum K13, pada lembar fc raport diberi konversi nilai dari skala 1-4 menjadi angka puluhan 1-100 dengan cara meminta kepada guru/wali kelas/kurikulum sekolah).
9. Surat rekomendasi Kepala Satuan Pendidikan yang menyatakan bahwa berdasarkan rekam jejak selama di sekolah, calon siswa tersebut mempunyai pribadi yang baik dan berprestasi.
10. Foto copy piagam penghargaan atas prestasi yang telah diraih (bagi yang memiliki).
11. Menyertakan fotokopi ijasah yang dilegalisir dari sekolah (bagi siswa tahun kelulusan 2018/2019)
12. Foto berwarna dengan objek rumah atau kontrakan yang ditempati oleh orang tua dengan ukuran 3R, tampak depan, tampak samping, tampak dalam/ruang utama , dapur dan kamar mandi.

Pendaftaran online dapat diakses melalui http://ppdb.smknjateng.sch.id

Setelah selesai mengisi data diri dalam PPDB online tersebut, segeralah cetak Bukti Pendaftaran tersebut dan kirimkan persyaratan yang telah kami sebutkan di atas melalui POS ke sekolah yang dipilih oleh calon peserta didik sebelum tanggal 14 April 2020.

Info lebih lanjut:
Kampus Semarang
082137296874 (Bagus)
082242506759 (Exzan)
081326474001 (Zanuar)
Kampus Pati
085641157939 (Ma’rufiana)
081213820636 (Adnan)
Kampus Purbalingga
085741716020 (Rozakul)
085647939930 (azhar)

Semoga bermanfaat dan mohon bantuannya untuk disebar luaskan bagi warga di Jawa Tengah. Terimakasih

Panitia PPDB SMK N Jawa Tengah Tahun 2020

Uji Coba Assessmen Kompetisi Minimum (AKM)

Mengacu pada Permendikbud No.43 tahun 2019 yang difokuskan dengan adanya rencana pengahapusan ujian nasional mulai tahun 2021.Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nadien Makarim mengeluarkan kebijakan barunya berupa penghapusan UN dan merubahnya menjadi AKM (Assessmen Kompetisi Minimum).

AKM adalah sebuah sistem evaluasi yang lebih fokus untuk mengukur kompetensi siswa dalam segi membaca (literasi), numerik (matematika) serta karakter.Penilaian yang diambil dalam asesmen mengacu pada standar international, seperti PISA (Progamme for International Student Assesment) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS).

Menurut survei PISA pada tahun 2018 pendidikan di Indonesia mengalami penurunan pada semua bidang jika dibandingkan dengan tahun 2015. Dibuktikan dengan rendahnya minat membaca (literasi) dan numerik (matematika). Dengan adanya AKM menjadi harapan baru bagi pemerintah dalam memperbaiki pendidikan di Indonesia.

Apa tanggapan masyarakat?

Dalam sesi wawancara yang digelar oleh tim jurnalistik SMK N Jawa Tengah dengan salah seorang guru (Laely Rohmatin A. S.pd.M.Pd.) setelah mengikuti simulasi AKM,beliau menuturkan, “Memang untuk sekadar membaca semua siswa bisa melakukannya namun untuk mengerti atau memahami isi dari suatu teks masih tergolong sangat awam apa yang dimaksud oleh penulis kadang belum tersampaikan kepada siswa.”(19/20)

AKM  memuat soal yang berdeda dengan soal ujian nasional seperti biasanya. Soal-soal yang dihadirkan berkonsep kontekstual, menyoal isu terkini, dan memerlukan penalaran yang tinggi. Sehingga,siswa harus berfikir secara holistik dan komprehensif.

Dengan begitu, guru juga semestinya harus membiasakan bentuk-bentuk soal tersebut dalam keseharian proses penilaian. Proses pembelajarannya pun juga harus mampu menghantarkan siswa dapat menjawab berbagai bentuk soal seperti pilihan ganda, dari yang biasa hingga yang komplek, uraian, missing word, menjodohkan, benar-salah, dan ceklist

“Dengan melihat jenis soal yang telah ibu kerjakan, Ibu sangat sepakat dengan adanya kebijakan ini. jadi,siswa selain membaca (literasi) juga dapat memahami maksud dari soal tersebut.” tambahnya

Kesiapan siswa dengan kebijakan ini dirasa sudah cukup. Asalkan adanya pembenahan kurikulum hingga sesuai dengan kebijakan yang ada. Karena sistem belajar sekarang terkesan membebankan siswa dan kurang applicable sehingga bisa mematikan kreatif dan kemampuan menganalisis siswa.

Disusun oleh: Robi Aziz Arifianto X TKRO

SISWA SMK N JAWA TENGAH ANTUSIAS IKUTI SIMULASI UNBK

Senin (17/2/2020),SMKN Jawa Tengah di Semarang mengadakan simulasi ujian nasional dalam rangka mempersiapkan diri dalam menghadapi UNBK yang akan dilaksanakan pada 16-19 maret 2020 mendatang. Siswa antusias dalam kegiatan ini seperti halnya pada latihan-latihan UN sebelumnya.

Jellita, siswi kelas XII Teknik Permesinan menanggapi hal ini “Pada saat latihan sebelumnya saya bisa menduduki peringkat 12 dan merangkak naik menjadi peringkat 3 dikelas A. Saya ingin menjadi lulusan terbaik,” Jelasnya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Arya Bhisma, siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan Otomotif yang mengungkapkan ambisinya “Sekarang saya perinngkat 2 dari 117 siswa di 5 program keahlian SMKN Jawa Tengah dan saya ingin mencapai target setinggi-tingginya,”

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Drs. Trubus,MM mengungkapkan bahwa kegiatan simulasi atau gladi bersih telah dipersiapkan secara matang di tingkat sekolah,baik secara teknis maupun non teknis. Namun karena ada gangguan server pusat di Jakarta sekitar pukul 8.30 WIB. Maka kegiatan ini dihentikan sementara sambil menunggu hasil perbaikan server pusat. Terjadi pula pemadaman listrik bergilir oleh pihak PLN setempat.

“Hari ini telah terjadi sistem error di server pusat dan juga terjadi pemadaman listrik bergilir sehingga mau tidak mau kita harus mengundur jadwal pelaksanaan kegiatan simulasi ini. Sebenarnya kita masih bisa mengupayakan dengan menggunakan genset. Akan tetapi, masih dalam tahap reparasi,” ujarnya.

Hal-hal seperti ini kerap kali terjadi saat pelaksanaan UNBK yang dapat dibenahi pemerintah agar nantinya tak ada kendala berarti dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer Tahun Ajaran 2019/2020.

Liputan oleh:

Talal Aziz Alfausyah X TEI
Rahma Alifatunnisa X TEI

Longmarch 17 KM dan LDK: Karakter Kuat, Raga Sehat, SMK Hebat

Semarang – Sebanyak 120 siswa kelas X SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang mengikuti longmarch 17 km dan LDK sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pendidikan Dasar Kepemimpinan (PDK) pada Selasa–Rabu (15/10–16/10). Siswa melaksanakan kegiatan longmarch dimulai dari SMK Negeri Jateng di Semarang menuju Yon Arhanud 15/Dahana Bhaladika Yudha (DBY) Semarang dengan antusias dan semangat yang tinggi. Pelatihan baris–berbaris dasar pun menjadi awal pembukaan kegiatan longmarch di Batalyon Arhanud 15/DBY sebelum berlangsungnya upacara pembukaan. Pihak sekolah dengan diwakili wakasek kesiswaan menyerahkan siswa untuk dibina selama 2 hari kepada pihak batalyon saat berlangsungnya upacara pembukaan.

Selama dua hari satu malam, siswa kelas X mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang oleh tim pelatih dari Yon Arhanud 15/DBY. Mulai dari PBB, yel – yel siswa, pelatihan kedisiplinan, game kekompakan, serta materi bela negara. Siswa mengikuti kegiatan dengan sangat bagus, fisik yang dimilikinya pun telah mumpuni, tingkat disiplin yang dimiliki cukup baik, serta tidak mudah mengeluh membuat saya bersemangat pula dalam melatih” tandas Silvino Soares, pelatih dari Yon Arhanud 15/DBY. Setelah mengikuti kegiatan acara tersebut, siswa melaksanakan pembaretan sebagai ujung dari acara LDK ini.

“Semangat mengikuti kegiatan baik dalam maupun luar kampus, tingkatan terus kedisiplinan dalam diri, tetap jalin hubungan dengan para pelatih, pererat hubungan antar teman satu almamater, serta jauhi obat – obatan terlarang (narkoba, napsa, miras).” Pesan pelatih Soares wawancara dipengujung acara.

Setelah melaksanakan pendidikan dasar kepemimpinan (PDK) selama tiga bulan dalam lingkungan sekolah tanpa diizinkan keluar sekolah, kegiatan longmarch ini menjadi ajang bagi siswa melaksanakan pendidikan diluar sekaligus refresing dari kegiatan disekolah. “Menyiapkan karakter siswa kelas X agar siap mengikuti kegiatan di SMK menjadi tujuan awal dilaksanakan kegiatan ini,” jelas Bagus Suryokusumo, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri Jateng di Semarang.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini pihak sekolah berharap agar karakter kedisiplinan dan tertib peraturan dapat tertanam didalam diri siswa sejak dini sehingga siap untuk menghadapi dunia usaha dan dunia industri. Bidang kesiswaan SMK Negeri Jateng juga merencanakan kegiatan serupa bagi siswa kelas XI dan XII berupa kegiatan upgrading pendidikan karakter sebagai tindak lanjut ke depannya.

 

 

Liputan oleh Burhannur Arif Santoso XI TITL

Penyunting oleh Daning Wahyu Rokhana, S.Pd

SMILES: Gerakan Sadar Kesehatan Diri

Jumat (4/10) SMK Negeri Jateng di Semarang mengirimkan 50 siswa untuk mengikuti launching Sekolah Milenial Sehat (SMILES) yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersinergi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di SMA Negeri 3 Semarang. Acara yang juga diikuti oleh SMA Negeri 1 Semarang, SMA Negeri 3 Semarang, dan SMK Negeri 7 Semarang ini diawali dengan senam bersama, dilanjutkan peresmian program SMILES, lomba senam peregangan, dan deteksi dini kesehatan siswa. 

SMILES merupakan salah satu upaya pengendalian penyakit menular (PT) dan penyakit tidak menular (PTM) dengan sasaran remaja sekolah menengah. Hal ini didasarkan pada realita remaja berpotensi terkena penyakit karena kebiasaan yang kurang sehat, seperti merokok.

“Bagus sekali! Sebaiknya program ini dilaksanakan oleh semua SMA/SMK se-Jawa Tengah agar deteksi PM dan PTM dapat dilakukan di semua sekolah,”ungkap Bagus Suryokusumo, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri Jateng di Semarang.

Tak hanya mendapatkan ilmu baru, SMK Negeri Jateng di Semarang juga berhasil menyabet juara 2 dalam lomba senam peregangan. Sebagai tindak lanjut program SMILES, pada Jumat depan (11/10) akan diadakan deteksi dini kesehatan siswa yang melibatkan seluruh siswa SMK Negeri Jateng di Semarang.

Ditulis Oleh Carolin Indrayani

Penyunting Daning Wahyu Rokhana, S.Pd

Jurnalistik SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang

8 Siswa SMK Negeri Jawa Tengah mendapatkan nilai 100 dalam UNBK Tahun 2019

Hari ini 13 Mei 2019 adalah momen bersejarah bagi siswa kelas XII SMK Negeri Jawa Tengah. Karena pada hari ini akan di umumkan hasil Ujian Nasional mereka.
3 Tahun sudah mereka berjuang dan berusaha keras dalam pendidikan di SMK Negeri Jawa Tengah, dan hari ini lah yang di tunggu oleh mereka.

Wakil Kepala Sekolah Drs. Trubus. MM mengumumkan hasil ujian yaitu untuk tahun 2019 ini alhamdulilah 117 Siswa kelas XII SMK Negeri Jawa Tengah Lulus semua. hal ini juga diikuti oleh prestasi yang gemilang yaitu 8 Anak mendapatkan nilai 100 untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.

Adapun nama anak-anak tersebut adalah
1. Thowaf Adiarga _ Matematika
2. Anggi Dwiyanto _ Matematika
3. Maulana Afif _ Matematika
4. Riska Yunita _ Bahasa Indonesia
5. Nadia Zulfa_ Bahasa Indonesia
6. Herlambang Prasetyo _ Matematika
7. Ragil Budianto _ Bahasa Indonesia
8. Galih Tegar Febianto _ Matematika