Inyong Ora Isin Karo Basane Dhewek

“Inyong Ora Isin Karo Basane Dhewek” Jadi Slogan Peringatan Bahasa Ibu Internasional 2016

di SMK Negeri Jawa Tengah

 

Tidak seperti malam minggu biasanya, seluruh siswa SMK Negeri Jawa Tengah berkumpul di lapangan basket sekolah. Kalau anak muda yang pada umumnya nongkrong atau kumpul dengan teman di malam minggu, siswa-siswi di SMK Negeri Jawa Tengah justru malah mengadakan kegiatan peringatan hari bahasa ibu internasional, Sabtu malam 21 Februari 2016. Tidak banyak yang tahu memang, bahwa pada tanggal tersebut masyarakat di dunia memperingati hari bahasa daerahnya masing-masing. Di tengah-tengah era globasisasi, bahasa ibu atau bahasa daerah memang kian tidak diminati oleh kaum muda, bahkan enggan untuk menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari.

Berkali-kali slogan “Inyong Ora Isin Karo Basane Dhewek” bergemuruh di kampus Jl. Brotojoyo Semarang. Melalui program kegiatan OSIS, seluruh siswa dengan penuh suka cita merayakan peringatan hari bahasa ibu dengan berbagai kegiatan. Grup ekstra kurikuler “Mantra” (taman sastra) misalnya, menampilkan drama berbahasa Jawa dengan lakon “Sindenrela dan sandhal jepit”. Selain itu, dari ekstra kurikuler kesenian Jawa juga ikut memeriahkan acara dengan menyajikan tembang macapatan dan geguritan. Tidak hanya itu, Jihan Toni Setiawan (siswa kelas X TP) yang pada hari yang sama telah menjuarai lomba Mendongeng berbahasa Jawa tingkat Jawa Tengah  di UPGRIS ikut pula menunjukkan keahliannya. Dongen berbahasa Jawa dengan lakon “Kewan Gugat” yang ditampilkan mampu memikat perhatian seluruh siswa yang hadir pada acara tersebut. Pasalnya Jihan tampil dengan celoteh humor sesuai karakter binatang yang dimainkannya hingga membuat seluruh penonton tertawa terpingkal-pingkal.

Faisal Fadli (XI TKBB) selaku ketua OSIS menegaskan, peringatan hari bahasa ibu ini untuk pertama kalinya digelar di sekolah. Tambahnya, maksud diadakannya kegiatan tersebut untuk mengingatkan dan mengajak kembali kepada seluruh siswa untuk menggunakan bahasa daerah yang dimiliki serta tidak malu saat menggunakannya. Hal ini sesuai dengan slogan yang dipilih, “Inyong Ora Isin Karo Basane Dhewek”. Di akhir kegiatan seluruh siswa diajak untuk mengapresiasi film drama berbahasa Jawa dan menutup kegiatan dengan membuat surat kepada kawan yang berisi tentang peringatan hari bahasa ibu internasional. “Isi surat yang ditulis teman-teman sangat variatif dan sangat menginspirasi”, tegas Faisal.

Pada kesempatan yang sama, Heri Purnomo, S.Pd., selaku guru bahasa Jawa juga hadir untuk memberikan motivasi kepada seluruh siswa. Heri mengajak siswa untuk membiasakan komunikasi dengan bahasa Jawa sesuai dengan kebijakan sekolah mengenai penggunaan bahasa di sekolah. Seperti yang sudah diketahui, di SMK Negeri Jawa Tengah seluruh warga sekolah wajib menggunakan bahasa keseharian yang sudah ditetapkan seperi; Senin-Selasa berbahasa Indonesia, Rabu-Kamis berbahasa Jawa dan Jumat-Sabtu berbahasa Inggris. “Dalam rangka meningkatkan rasa kebanggaan para siswa tentang bahasa daerah yang dimiliki, selama 3 hari (Sabtu-Senin, 20-22 Februari 2016) seluruh siswa dibebaskan untuk menggunakan bahasa daerah sesuai dengan logat dan dialeknya masing-masing”, tambahnya.

 

Ditulis: heri_humas@smknjateng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *