BBM 2016, Siswa SMKN Jateng Penuhi Kuota Peserta

Kemdikbud Gelar Program Belajar Bareng Maestro 2016, Siswa SMKN Jateng Berbondong-bondong Belajar Seni Bersama Maestro se-Nusantara

 

Tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen Kebudayaan kembali menggelar kegiatan Belajar Bareng Maestro (BBM) Tahun 2016 yang dilaksanakan pada 20-27 Juli 2016. Kegiatan yang sudah berjalan sejak tahun 2015 tersebut kini diselenggarakan lebih semarak dan meriah, pasalnya baik dari jumlah kuota siswa maupun tujuan wilayah maestro kini bertambah. Jika tahun kemarin hanya terdapat kuota 100 siswa SMA/SMK se-Indonesia, tahun ini menjadi 150 siswa. Sedang tujuan wilayah maestro di tahun ini juga lebih luas tidak hanya di wilayah Jawa saja.

Maestro seni yang digandeng diantaranya adalah; 1) Tom Ibnur maestro tari dari Jambi, 2) Sirajul Huda maestro seni pertunjukan dari Banjarmasin, 3) Amaq Raya maestro karawitan dari Lombok, 4) Ni Ketut Arini maestro Tari dari Bali, 5) Made Sidia maestro wayang dari Bali, 6) Temu Misti maestro Tari dari Banyuwangi, 7) Putu Sutawijaya maestro seni lukis dari Yogyakarta, 8) Ismet Ruchimat maestro musik Sunda dari Bandung, 9) Nano Riantiarno maestro dari Jakarta, dan 10) Sundari Soekotjo maestro keroncong dari Jakarta. Masing-masing maestro tersebut akan diikuti siswa sejumlah 15 siswa untuk belajar seni selama kurang lebih 10 hari.

Seolah tak mau tertinggal, siswa SMK Negeri Jawa Tengah berlomba-lomba dengan siswa lain se-Indonesia untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pasalnya dari kuota 150 siswa yang tersedia, 22 siswa berasal dari SMKN Jateng. “Jika tahun lalu siswa kami lolos 3 anak, tahun ini lolos 22 anak. Mereka  tersebut terbagi di 10 maestro. Dengan demikian dari seluruh maestro yang ada, terdapat siswa SMKN jateng di dalamnya”, ujar Heri Purnomo selaku guru pembimbing.

Heri menambahkan pihaknya sangat menyayangkan kurangnya informasi publik yang dapat diterima oleh masyarakat, khususnya bagi siswa SMA/SMK/MA sederajat mengenai program kegiatan BBM tersebut. Heri yang sejak tahun kemarin juga mendampingi siswa mengaku selama ini pihak pemerintah baik dari kementerian maupun dinas pendidikan belum ada sosialisasi yang gencar sehingga banyak pihak sekolah yang tidak tahu menahu tentang kegiatan tersebut. Padahal kegiatan tersebut dirasa sangat membantu siswa dalam belajar mengenal jatidiri bangsa melalui keberagaman seni dan budaya di Indonesia. Selain itu, seluruh biaya akomodasi peserta ditanggung panitia maka sangat sayang jika tidak mengikuti kegiatan tersebut.

Seluruh peserta yang saat ini masih dalam proses belajar bersama maestro di tempatnya masing-masing, setelah usai berlatih nantinya mereka akan berkumpul di Yogyakarta dalam kegiatan pementasan. Soraya, salah satu panitia dari Kemdikbud menjelaskan, setelah selesai belajar bersama maestronya masing-masing, selanjutnya hasil dari belajar tersebut akan dipentaskan secara serentak. “Besok tanggal 27-29 seluruh peserta akan melakukan kegiatan pentas di Gedung Purna Budaya Yogyakarta. Rencananya kegiatan tersebut akan dihadiri sendiri oleh Bapak Menteri, Anies baswedan”, pungkasnya.

 

Ditulis oleh: heri_humas@smknjateng.sch.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *