NEW GLOBAL LIFE STYLE

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, budaya halal, dalam hal ini mengonsumsi produk halal, bukan hanya tren umat muslim. Namun, kini telah menjadi tren global, sebagai “New Global Life Style”. Sebagai tren budaya baru yang mendunia, gaya hidup halal semakin diminati oleh masyarakat dunia. Masyarakat dunia sekarang meyakini bahwa produk yang dijamin halal pasti lebih bermanfaat daripada produk yang belum diuji akan kehalalannya. Masyarakat dunia juga yakin bahwa produk yang diuji halal merupakan produk yang baik (thoyyib) karena menunjukan kualitas produk yang terjamin akan keamanan dan kandungan gizi yang berpengaruh terhadap kesehatan.

Memang, Allah telah memerintahkan seluruh manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib, dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 168 yang artinya : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik (thoyyib) dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, Karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” Jadi, produk yang halal dan thoyyib, merupakan kebaikan bagi seluruh umat manusia.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pangan, serta gaya hidup masyarakat yang semakin sibuk dan menuntut aktivitas yang serba cepat, diperlukan pula produk makanan yang enak dan cepat saji. Oleh karena itu, berkembanglah teknologi pangan yang menambahkan berbagai bahan tambahan pangan yang variatif dan instan.

Dengan demikian, untuk mengetahui kehalalan suatu produk tidaklah mudah. Diperlukan  ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu mendeteksi bahan kritis yang berpotensi tidak halal, baik dari sumber bahan, maupun dalam proses pengolahannya.

Oleh karena itu, tentu harus ada panduan dan tuntunan yang jelas mengenai aspek yang sangat penting ini. Mengetahui kehalalan dan keharaman suatu produk, merupakan suatu kewajiban bagi masyarakat, khususnya muslim. Bagi umat muslim, mengonsumsi produk yang terjamin kehalalannya merupakan tuntunan syariah.

Proses sertifikasi produk halal oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) merupakan bentuk dari perlindungan terhadap umat agar terhindar dari mengonsumsi produk yang meragukan kehalalannya (syubhat). Dengan adanya sertifikasi halal dari LPPOM MUI, konsumen lebih merasa aman dalam menggunakan suatu produk. Selain itu, konsumen juga mendapatkan jaminan bahwa produk tersebut tidak mengandung sesuatu yang haram dan diproduksi dengan cara yang baik dan benar karena telah dilaksanakan audit oleh pihak LPPOM MUI sehingga terjamin kehalalannya.

Makanan yang halal akan membawa berkah dan membuat otak cemerlang. Sedangkan makanan yang haram menyebabkan perbuatan maksiat, sulit belajar dan menerima ilmu. Ilmu itu  merupakan cahaya dari Allah yang dapat merasuk ke dalam hati yang bersih. Sebaliknya, ia tidak dapat diserap oleh hati yang kelam karena makanan yang haram.

Selain konsumen, dampak positif juga dialami oleh produsen produk halal karena  produk yang telah memiliki sertifikat halal dan terjamin kehalalannya akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya beli masyarakat. Hal ini, akan meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk halal tersebut.

Dengan penerapan gaya hidup halal, “Halal is My Life” di segala aspek kehidupan masyarakat, semoga akan terbentuk masyarakat yang sehat, cerdas dan memiliki akhlak yang mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *