Longmarch 17 KM dan LDK: Karakter Kuat, Raga Sehat, SMK Hebat

Semarang – Sebanyak 120 siswa kelas X SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang mengikuti longmarch 17 km dan LDK sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pendidikan Dasar Kepemimpinan (PDK) pada Selasa–Rabu (15/10–16/10). Siswa melaksanakan kegiatan longmarch dimulai dari SMK Negeri Jateng di Semarang menuju Yon Arhanud 15/Dahana Bhaladika Yudha (DBY) Semarang dengan antusias dan semangat yang tinggi. Pelatihan baris–berbaris dasar pun menjadi awal pembukaan kegiatan longmarch di Batalyon Arhanud 15/DBY sebelum berlangsungnya upacara pembukaan. Pihak sekolah dengan diwakili wakasek kesiswaan menyerahkan siswa untuk dibina selama 2 hari kepada pihak batalyon saat berlangsungnya upacara pembukaan.

Selama dua hari satu malam, siswa kelas X mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang oleh tim pelatih dari Yon Arhanud 15/DBY. Mulai dari PBB, yel – yel siswa, pelatihan kedisiplinan, game kekompakan, serta materi bela negara. Siswa mengikuti kegiatan dengan sangat bagus, fisik yang dimilikinya pun telah mumpuni, tingkat disiplin yang dimiliki cukup baik, serta tidak mudah mengeluh membuat saya bersemangat pula dalam melatih” tandas Silvino Soares, pelatih dari Yon Arhanud 15/DBY. Setelah mengikuti kegiatan acara tersebut, siswa melaksanakan pembaretan sebagai ujung dari acara LDK ini.

“Semangat mengikuti kegiatan baik dalam maupun luar kampus, tingkatan terus kedisiplinan dalam diri, tetap jalin hubungan dengan para pelatih, pererat hubungan antar teman satu almamater, serta jauhi obat – obatan terlarang (narkoba, napsa, miras).” Pesan pelatih Soares wawancara dipengujung acara.

Setelah melaksanakan pendidikan dasar kepemimpinan (PDK) selama tiga bulan dalam lingkungan sekolah tanpa diizinkan keluar sekolah, kegiatan longmarch ini menjadi ajang bagi siswa melaksanakan pendidikan diluar sekaligus refresing dari kegiatan disekolah. “Menyiapkan karakter siswa kelas X agar siap mengikuti kegiatan di SMK menjadi tujuan awal dilaksanakan kegiatan ini,” jelas Bagus Suryokusumo, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri Jateng di Semarang.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini pihak sekolah berharap agar karakter kedisiplinan dan tertib peraturan dapat tertanam didalam diri siswa sejak dini sehingga siap untuk menghadapi dunia usaha dan dunia industri. Bidang kesiswaan SMK Negeri Jateng juga merencanakan kegiatan serupa bagi siswa kelas XI dan XII berupa kegiatan upgrading pendidikan karakter sebagai tindak lanjut ke depannya.

 

 

Liputan oleh Burhannur Arif Santoso XI TITL

Penyunting oleh Daning Wahyu Rokhana, S.Pd

SMILES: Gerakan Sadar Kesehatan Diri

Jumat (4/10) SMK Negeri Jateng di Semarang mengirimkan 50 siswa untuk mengikuti launching Sekolah Milenial Sehat (SMILES) yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersinergi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di SMA Negeri 3 Semarang. Acara yang juga diikuti oleh SMA Negeri 1 Semarang, SMA Negeri 3 Semarang, dan SMK Negeri 7 Semarang ini diawali dengan senam bersama, dilanjutkan peresmian program SMILES, lomba senam peregangan, dan deteksi dini kesehatan siswa. 

SMILES merupakan salah satu upaya pengendalian penyakit menular (PT) dan penyakit tidak menular (PTM) dengan sasaran remaja sekolah menengah. Hal ini didasarkan pada realita remaja berpotensi terkena penyakit karena kebiasaan yang kurang sehat, seperti merokok.

“Bagus sekali! Sebaiknya program ini dilaksanakan oleh semua SMA/SMK se-Jawa Tengah agar deteksi PM dan PTM dapat dilakukan di semua sekolah,”ungkap Bagus Suryokusumo, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri Jateng di Semarang.

Tak hanya mendapatkan ilmu baru, SMK Negeri Jateng di Semarang juga berhasil menyabet juara 2 dalam lomba senam peregangan. Sebagai tindak lanjut program SMILES, pada Jumat depan (11/10) akan diadakan deteksi dini kesehatan siswa yang melibatkan seluruh siswa SMK Negeri Jateng di Semarang.

Ditulis Oleh Carolin Indrayani

Penyunting Daning Wahyu Rokhana, S.Pd

Jurnalistik SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang