HOME LEARNING AKIBAT COVID-19

Berbicara mengenai pelaksanaan sistem pendidikan di Indonesia saat ini pastinya tak lepas terkait sistem Home Learning  dan Peniadaan UN 2020 akibat dari penyebaran Covid-19 yang semakin masif dari waktu ke waktu. Perubahan tata cara belajar mengajar dan fasilitas yang digunakan adalah akibat yang ditimbulkan dari adanya keputusan tersebut. Banyak dari orang tua siswa yang mengeluhkan perubahan yang terjadi serta fasilitas yang kurang memadai, seperti halnya masalah jaringan. Kegiatan Home Learning ini memang menggunakan sistem daring (dalam jaringan) yang memungkinkan siswa dan guru tetap melakukan kegiatan belajar mengajar tanpa harus berinteraksi secara langsung.

Merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Dissease (Covid-19) pada satuan pendidikan. Surat itu ditujukan kepada kepala dinas pendidikan provinsi, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, kepala lembaga layanan pendidikan tinggi, pemimpin perguruan tinggi, dan kepala sekolah di Indonesia untuk mengawasi jalannya proses pembelajaran tanpa interaksi secara langsung baik siswa, ataupun satuan tenaga pengajar lainnya. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran peserta didik baik formal maupun nonformal dilakukan dari rumah mulai tanggal 16 maret 2020 sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

Kepala satuan pendidikan bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dari rumah, melakukan evaluasi terkait jalannya pembelajaran, serta memastikan bahwa kegiatan administrasi sekolah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Juga menginformasikan perihal ini kepada orang tua siswa agar dapat memastikan putra/putrinya untuk tetap berada dirumah dan mengawasi dan mendampingi dalam kegiatan belajar mengajar.

Seperti halnya SMK NEGERI JAWA TENGAH, yang merupakan sekolah vokasi berbasis boarding school juga ikut melaksanakan perubahan sistem yang dibuat Kemendikbud. Dengan cara memulangkan para peserta didik ke rumah masing-masing guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Sebelum peserta didik dipulangkan dilakukan sosialisasi tentang bahaya, penyebaran, carrier, serta pencegahan dari virus corona. Juga dari petugas kesehatan selalu mengingatkan akan pentingnya physical distancing dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Pembelajaran dilakukan melalui berbagai platform, contohnya Google Classroom dan Whatsapp Group setiap kelasnya yang beranggotakan peserta didik dan guru pembimbing serta bagian kurikulum. Penugasan tak hanya tentang materi pokok akan tetapi juga ada guru pembimbing yang memberikan materi pembelajaran sesuai mata pelajaran yang diampu ataupun dengan topik khusus yaitu corona virus dari sudut pandang fisika dan matematika yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami siswa.

Banyak siswa dan orang tua siswa yang mengeluhkan tentang masalah tidak tersedianya kuota sehingga siswa telat mengumpulkan tugas atau tidak mengetahui edaran pembaruan informasi yang diberikan oleh guru.

Menindaklanjuti dari keluhan siswa tentang sulitnya kuota internet untuk mengakses tugas, pihak sekolah memberikan pulsa yang diharapkan bisa untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan penilaian. Setiap siswa berhak mendapatkan pulsa sebesar Rp. 75.000,00 yang dapat mereka belikan paket internet. Jika dilihat dari jumlahnya memang tak seberapa, namun ini adalah salah satu upaya sekolah untuk menyukseskan program belajar dari rumah yang tengah berlangsung.

Kemendikbud juga meluncurkan program TV Edukasi melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang bisa dijangkau oleh semua tingkat pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA sederajat. Kebijakan ini diambil dalam rangka menanggapi keluhan akan susahnya jaringan dan kuota internet didaerah yang terbatas akses internet.

Yang perlu digaris bawahi oleh para guru atau tenaga pengajar serta orang tua pada saat saat seperti ini adalah penjelasan dari Dikdasmen Kemendikbud, Haris Iskandar. Yang mengatakan bahwa materi yang disampaikan kepada siswa jangan hanya tugas dan tugas, tapi buatlah pelajaran yang menarik pelajaran yang bermakna dan itu tak hanya dari pembelajaran kognitif namun bisa melalui pelajaran kehidupan, jika memberikan pembelajaran kognitif harus sampai siswa benar benar paham.

Sebagai siswa juga harus diingat bahwa ini bagian dari pembelajaran dan upaya pemerintah dalam menghadapi pandemi di negeri ini. Walau berbeda dan banyak kendala, pendidikan harus tetap dijalankan guna mencapai tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa agar bisa membawa arah perubahan yang lebih baik dimasa mendatang.

 

Talal Aziz AF

PELAKSANAAN PENILAIAN TENGAH SEMESTER (PTS) GENAP TAHUN 2020 DALAM JARINGAN (DARING)

Menanggapi SE Mendikbud No.3 tahun 2020 tentang sistem home learning akibat dari penyebaran COVID-19 yang makin masif, sistem pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang pendidikan berubah menjadi metode Daring (dalam jaringan) yang memungkinkan guru dan siswa tetap dapat melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tanpa harus keluar rumah dan melaksanakan social distancing. Seperti halnya SMKN Jawa Tengah di Semarang yang melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS) genap tahun  2020 secara daring.

PTS Daring ini dilaksanakan sejak tanggal 20 – 27 april 2020 dan sempat diundur sampai tanggal 30 april 2020 karena bertepatan dengan awal puasa Ramadhan 2020. Untuk menunjang koneksi internet setiap siswa mendapat bantuan kuota senilai Rp. 75.000. Pemberian bantuan kuota tersebut juga untuk meringankan beban orang tua siswa yang notabene berasal dari keluarga tidak mampu. PTS dilaksanakan melalui platform office 365 dengan soal yang dibuat sendiri oleh masing-masing guru mata pelajaran. Setiap mata pelajaran terdiri dari 20 soal dan siswa diberi waktu 60 menit untuk mengerjakan.

Karena dilaksanakan secara daring, para siswa terkendala akses internet yang buruk karena mengingat rumah siswa yang terletak jauh dari perkotaan tetapi media yang digunakan (misal hp) juga kurang memadai. Walaupun dengan segala keterbatasan yang dimiliki dan bertepatan dengan dilaksanakannya puasa ramadhan, para siswa tetap antusias dalam melaksanakan PTS Daring ini, seperti kata Ahmad Gunawan “Untuk menghadapi PTS kali ini harus mempersiapkan jiwa dan raga. Jiwa itu harus mengendalikan emosi pribadi dan mensucikan diri di bulan ramadhan agar nilai yang didapatkan juga berkah. Mempersiapkan raga artinya harus belajar sungguh-sungguh dan tidak lupa melakukan aktivitas fisik.”

 

Rahma Alifatunnisa X TEI