PELEPASAN SISWA KELAS XII ANGKATAN VI SMKN JATENG DI SEMARANG, PERTAMA KALI DILAKSANAKAN LURING SETELAH PANDEMI

Pada hari Kamis, 16 Juni 2022, SMKN Jateng di Semarang kembali menyelenggarakan acara pelepasan siswa kelas XII di halaman sekolah SMKN Jateng di Semarang yang berada di kawasan Jl. Brotojoyo No. 1, Plombokan, Semarang, Jawa Tengah.

Acara pelepasan ini merupakan rangkaian kegiatan yang diprogramkan oleh sekolah setiap tahun setelah akhir pembelajaran siswa kelas XII. Walaupun sempat tidak berjalan selama dua tahun akibat pandemi, akhirnya acara pelepasan siswa kelas XII kembali digelar secara tatap muka di SMKN Jateng di Semarang. Acara pelepasan dilaksanakan dengan sederhana namun meriah dengan menghadirkan para tamu undangan sebagai berikut:

  • BPD Jateng
  • PT. PLN Udiklat Regional Jateng (Semarang)
  • PT. Penerbit Erlangga
  • PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT)
  • PT. Kebun Teknologi Indonesia (ASEAN Nagoya Club Japan)
  • PT. Urip Gumulya Semarang
  • Ketua Komite Sekolah
  • Serta wali murid kelas XII.

Pelepasan siswa kelas XII tahun ini merupakan angkatan yang ke-VI SMKN Jateng di Semarang yang berjumlah 119 siswa, dengan rincian siswa laki-laki sejumlah 96 dan siswa putri sejumlah 23.

Acara pelepasan dapat dilaksanakan dengan khidmat. Acara dibuka dengan penampilan tim marching band SMKN Jateng di Semarang dilanjut dengan penampilan Tari Indang siswi kelas X dan XI. Selain itu, mengahdirkan pula bendera SMK dan lambang-lambang kompetensi keahlian. Acara pelepasan ditandai dengan dilepasnya burung merpati sebagai simbolisasi kepergian para siswa kelas XII.

Di tengah acara pelepasan terdapat sesi laporan kelulusan siswa. Dari seluruh siswa kelas XII semua dinyatakan lulus dengan keterserapan lulusan sebagai berikut:

  • Bekerja (sudah diterima)                        : 6 siswa (BUMA, FUKOKU)
  • Bekerja (dalam proses seleksi)              : 87 siswa (PT KAI, BUMA, Tambang PPA)
  • Kuliah (sudah diterima)                         : 7  siswa (Undip, Polines, Unsoed, AKTI)
  • Kuliah (dalam proses seleksi)                : 15  siswa
  • Polri (dalam proses seleksi)                   :  4  siswa
  • Jumlah                                                     : 119 siswa

Kholis Muwafiq, merupakan salah satu siswa lulusan terbaik, khususnya di Jurusan Teknik Pemesinan dan diterima kuliah di Teknik Mesin Universitas Diponegoro melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) serta memperoleh beasiswa Pendidikan S1 dari PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).Selain Kholis Muwafiq. Ada juga lulusan yang kini sudah bekerja di PT BUMA yang beralamat di Desa Sambakungan, Kec. Gunung Tabur, Kab. Berau, Kalimantan Timur. Lulusan tersebut yakni:

  • Ahmad Nanang Prabowo
  • Fajar Jaka Surya
  • Nurul Hidayat

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian kenang-kenangan siswa kelas XII kepada pihak sekolah dengan memberikan 25 buah kipas angin serta 1 buah vacum cleaner, sekaligus pemotongan tumpeng dalam rangka Dies Natalis SMKN Jateng di Semarang yang ke-VIII.

USBN SMKN JATENG DI SEMARANG

Kampus SMK Negeri Jateng di Semarang melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada 5 – 14 April 2022. USBN merupakan pengukuran capaian kompetensi dan penentu kelulusan peserta didik sebagai pengganti Ujian Nasional (UN).

Peserta kelas 12 mengikuti USBN dengan berbagai persiapan, seperti mempelajari materi dan kisi-kisi, mempersiapkan fisik dan mental, dan berdoa kepada Tuhan serta tak lupa doa restu dari kedua orang tua. Meski sudah memiliki persiapan, sebagian siswa/i merasa tegang saat menghadapi soal-soal USBN dikarenakan pembelajaran yang dilakukan secara daring (online).
“Rasanya cukup tegang, mengingat kan kelas 12 sekarang pembelajarannya banyak yang daring,” jelas Deby, siswi dari kelas XII-TKRO.

Selain itu, kendala yang mereka hadapi yaitu soal-soal yang tidak sesuai ekspektasi dan jauh dari kisi-kisi yang diberikan. Kendati demikian, siswa/i tetap bisa mengerjakan soal-soal tersebut sesuai harapan.
“Ada beberapa soal yang sudah sesuai dengan kisi-kisi dan ada juga yang mungkin jauh dari kisi-kisi. Tetapi, Alhamdulillah semuanya bisa dikerjakan dan semoga hasilnya bisa maksimal,” tutur Nanda, siswi dari kelas XII-BKP.

Harapan setelah USBN, siswa/i kelas 12 bisa mendapatkan nilai yang terbaik sehingga dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Motivasi dari siswi Nanda XII-BKP bagi adik-adik kelas 11 dan 10: “Tetap semangat dan ingat tujuan awal di sini untuk orang tua.”

Artikel ditulis oleh: Dini Nur Laela (XI BKP)
JURNALISTIK SMKN JATENG DI SEMARANG

Awal 2022 Asrama SMKN Jateng Di Semarang Kembali Bergeliat

Kampus SMKN Jateng Di Semarang di Brotojoyo kini ramai kembali, setelah hampir 2 tahun melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dampak Pandemi Covid-19. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SMKN JATENG Di SEMARANG kini mulai digelar dengan protokol Kesehatan yang sangat ketat. Diikuti seluruh peserta didik kelas X dan XI, mereka datang dari rumah masing-masing yang tersebar di 35 Kabupaten dan Kota, pada hari Minggu, 2 Januari 2022 dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Menginjakkan kaki pertama kali di sekolah, seluruh siswa kelas X dan XI langsung melakukan tes SWAB Antigen. Pengecekan suhu dan menggunakan masker saat memasuki lingkungan sekolah tak lupa dilaksanakan.
Pada hari Senin, 3 Januari 2022 Guru Karyawan dan Murid kelas X & XI SMKN JATENG di Semarang melaksanakan apel pagi mengawali pembelajaran di semester genap tahun pelajaran 2021-2021. Apel dipimpin oleh Waka Kesiswaan, bapak Bagus Suryokusumo, S.Pd, menggantikan Kepala Sekolah yang sedang menghadiri undangan penandatanganan MOU dengan PT KOMATSU di Jakarta. Apel pagi berjalan dengan lancar dilanjut Kelas X melanjutkan kegiatan Masa pengenalan Lingkungan Sekolah dan Kehidupa Asrama serta kegiatan Pendidikan Dasar Kepemimpinan (MPLS PDK). Adapun untuk Kelas XI praktek di bengkel sebagai persiapan PKL.
Menurut Bagus Suryokusumo, S.Pd, Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMKN Jateng Di Semarang sudah sesuai dengan kebijakan dan arahan dari pemerintah pusat, bahwa wilayah yang sudah pada level 1 diijinkan untuk mulai melaksanakan kegiatan PTM secara terbatas dengan syarat tetap melaksanakan Protokol Kesehatan dengan ketat. “Saat ini Kota Semarang sudah memasuki level 1, maka kita undang secara bertahap siswa kelas X dan XI untuk datang lebih dahulu, kita jalankan program selama 1 bulan, disusul kemudian jika berjalan dengan lancar akan kita panggil siswa kelas XII”, tutur Bagus.
Dalam waktu bersamaan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Drs. Trubus, MM mengharapkan dengan dilakukannya kegiatan PTM Terbatas ini, ketercapaian pembelajaran lebih maksimal karena saat PJJ banyak kesulitan dan kendala, mengingat siswa SMKN Jateng merupakan siswa dari keluarga tidak mampu secara ekonomi. Selain itu, asal siswa yang tersebar di seluruh penjuru dan pelosok wilayah Jawa Tengah, berdampak pada kendala sinyal maupun kuota internet. “Banyak siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh karena tidak memiliki sarana pendukung, maka para siswa tentu sangat berharap kegiatan PTM Terbatas ini menjadi salah satu cara untuk mengejar impian mereka melalui kegiatan belajar tatap muka di sekolah”, tutur Trubus.

Selama pandemic Covid-19 memang menjadi pukulan sangat berat bagi seluruh siswa SMKN Jateng baik di kampus Semarang, Pati dan Purbalingga. Selama ini, mereka dapat mengenyam Pendidikan saat berada di asrama sekolah dengan berbagai sarana dan fasilitas pendukung. Setelah dua tahun mereka meninggalkan asrama, kini kehidupan di asrama Kembali bergeliat. Sirine pagi pukul 03.30 yang setiap pagi membangunkan para siswa kini mengaum Kembali, pertanda membangkitkan semangat menuntut ilmu para generasi muda yang haus akan ilmu dan pengalaman. Dengan adanya PTM Terbatas tentu akan sangat membantu bagi anak-anak dan juga orang tua siswa karena sudah ada di sekolah dam tidak perlu memikirkan internet. Kini mereka tinggal fokus belajar dan belajar.