Kata Pengantar Kepala Sekolah

SMK Negeri Jateng di Semarang adalah sekolah yang didirikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah nomor 420/28 tahun 2014 tanggal 22 April 2014, dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof.DR. Muhammad Nuh,DEA pada tanggal 2 Juni 2014. Maksud didirikan SMKN Jateng di Semarang adalah untuk meningkatkan Angka Partisi Kasar (APK) dan utamanya untuk menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah melalui jalur pendidikan. SMKN Jateng di Semarang menggunakan pola boarding dan siswa harus dari keluarga tidak mampu dari seluruh wilayah Jawa Tengah. Seluruh biaya pendidikan dibebankan dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, antara lain meliputi Asrama,biaya makan,pakaian seragam,alat tulis dan kelengkapannya dan beberapa biaya lain,dengan kata lain siswa sama sekali tidak dipungut biaya selama masa pendidikan. Kurikulum yang digunakan menggunakan Kurikulum Reguler dan Kurikulum Berbasis Karakter,artinya siswa mendapat pembelajaran dari guru dengan menggunakan Kurikulum Nasional, dan mendapat pendidikan karakter dengan Kurikulum Karakter yang diampu oleh para Pamong dengan latar belakang yang sesuai. Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang jujur,disiplin,bertanggungjawab,religius,cinta tanah air dan mencintai lingkungan. Kegiatan harian siswa dalam menempuh pendidikan reguler dan pendidikan karakter dimulai pukul 03.30 sampai dengan pukul 22.00. Untuk memberikan lebih mendalam sesuai bakat dan kemampuan siswa,diberikan kesempatan untuk mengikuti ekstra kurikuler dengan pilihan yang cukup banyak. Kegiatan pembelajaran dilakukan selama 5 hari,dari hari Senin sampai Jumat,sedangjan untuk ekstra kurikuler dilaksanakan hari Sabtu.
Adapun Kompetensi Keahlian yang ada di SMKN Jateng di Semarang ada 5 yaitu:
1. Bisnis Konstruksi dan Properti
2.Teknik Pemesinan
3.Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
4.Teknik Instalasi Tenaga Listrik
5.Teknik Mekatronika
Dalam proses pembelajaran,agar menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter,SMKN Jateng di Semarang bekerjasama dengan beberapa Perusahaan untuk membentuk Kelas Industri.Hal ini juga dilakukan sebagai implementasi Inpres no 9 th 2016 tentang Revitalisasi SMK, agar kompetensi siswa sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh Perusahaan. Mengacu pada 2 angkatan yang sudah diluluskan,angka keterserapan di Perusahaan cukup tinggi mencapai sekitar 90%, sisanya melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan profesi lain .Dalam perkembanganya,banyak siswa yang masih aktif sudah direkrut oleh beberapa Perusahasn besar,bahkan diantaranya ada yang masih menduduki kelas XI.
Demikian sekilas tentang SMKN Jateng di Semarang,semoga bisa memberikan gambaran kepada masyarakat,Perusahaan dan stakeholder yang lain,dan semoga adanya SMKN Jateng di Semarang ,punya andil yang besar untuk mengurangi angka kemiskinan di Jawa Tengah,dan bisa mengangkat derajat hidup alumni dari keluarga tidak mampu,Aamiin

Drs. Sriyono, M.Pd

Bangun Mental Hadapi UNBK, SMKN Jateng Gelar Istighosah

Seratusan siswa kelas XII SMK Negeri Jawa Tengah tampak khusyuk melafalkan doa di masjid yang berada di sekolah tersebut, Jumat (22/3/2019) pagi. Tak sedikit di antara mereka yang meneteskan air mata.

Ya, Senin (25/3/2019) mendatang mereka akan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Di tengah persiapan akademis yang terus dimatangkan, mereka berupaya memohon kepada Sang Khalik agar dapat menyelesaikan ujian dengan baik dan lancar, serta memperoleh hasil yang memuaskan.

Kepala SMKN Jateng Semarang Yudi Wibowo menyampaikan pihaknya sengaja menyelenggarakan istighosah bagi 117 siswanya yang akan menghadapi UNBK. Secara akademis, persiapan yang mereka lakukan sudah terhitung matang. Uji coba (try out) dan simulasi berbasis komputer, baik dari pemerintah maupun mandiri, telah dilakukan. Motivasi pun diberikan untuk melatih mental mereka.

“Istighosah ini kami lakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan dalam menghadapi UNBK. Persiapan ini tidak hanya yang bersifat sipiritual, persiapan yang sifatnya pembelajaran sudah kami siapkan sejak lama. Motivasi juga sudah kami lakukan, baik dari unsur pamong maupun dari luar,” jelasnya.

Nadyah Zulfa (17), siswi SMKN Jateng mengungkapkan, istighosah makin memantapkan dirinya untuk mengikuti UNBK Senin mendatang. Apalagi, persiapan pembelajaran pun terus ditingkatkan dengan tambahan pelajaran setiap Jumat dan Sabtu.

Selain itu, menjelang malam gadis asal Kebumen ini kerap kali belajar mandiri atau belajar bersama dengan teman rekan-rekan, belajar kelompok dan berdiskusi bersama di perpustakaan. Diharapkan, melalui persiapan tersebut ujian dapat ditempuh dengan mudah, dan hasilnya pun maksimal, agar kelak dia bisa mendapatkan pekerjaan sesuai harapan. (Ic/Ul, Diskominfo Jateng)