Pelaksanaan UNBK SMK di Jateng Lancar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Jateng yang dimulai hari ini berjalan lancar.

Hal itu disampaikan Ganjar saat meninjau pelaksanaan UNBK SMK Negeri Jateng Kampus Semarang, Jalan Brotojoyo Kota Semarang, Senin (24/3/2019). Pada kesempatan itu, Ganjar mengatakan hingga saat ini belum mendapat laporan terkait adanya gangguan pelaksanaan UNBK di tingkat SMK itu.

“Di SMK Negeri Jateng ini misalnya, pelaksanaannya bagus, alatnya, komputernya cukup. Ada juga ahli di bidang IT yang mendampingi sehingga kalau ada masalah langsung ditangani,” ucapnya.

Ditambahkan, pihaknya sudah jauh hari mempersiapkan kelancaran pelaksanaan UNBK. Semua kekurangan pada pelaksanaan-pelaksanan UNBK tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi. Sejumlah sekolah sudah mempersiapkan genset untuk mengantisipasi aliran listrik terputus akibat bencana atau faktor lain.

“Saya perintahkan hari ini semua dinas, khususnya (Dinas) Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan pengecekan. Semua harus standby, jangan sampai ada layanan yang kurang sehingga membuat siswa kesulitan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Sulistyo melaporkan, sebanyak 1.538 sekolah SMK di Jateng melaksanakan UNBK. Sementara, jumlah peserta yang mengikuti UNBK sebanyak 247.089 siswa.

Sulistyo menerangkan, untuk SMK, pelaksanaan UNBK dilaksanakan pada 25-28 Maret 2019. Sementara untuk SMA/MA akan dilaksanakan pada 1, 2, 4 dan 8 April. Sementara untuk jenjang SMP/MTs akan dilaksanakan pada 22-25 April nanti. Semua proses ujian SMA/SMK di Jateng tahun ini berbasis komputer. Untuk itu, pihaknya sejak awal telah menyiapkan sarana prasarana yang digunakan.

“Memang masih ada beberapa sekolah yang di pelosok melaksanakan UNBK di sekolah lain. Istilahnya nunut, namun itu hanya sedikit karena semua sekolah sudah kami persiapkan sejak awal,” tegasnya.

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan di seluruh sekolah di Jateng yang melaksanakan UNBK. Sampai siang, belum ada laporan adanya gangguan pelaksanaan UNBK.

“Semoga semuanya berjalan lancar tanpa gangguan,” pungkasnya.

 

Penulis : Bw, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Sl, Humas Jateng

Kerja Sama dengan Perusahaan, Lulusan SMKN Jateng Langsung Kerja

Semarang – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jawa Tengah Semarang terus mengembangkan kurikulum. Salah satunya, membuka kelas industri “Buma School” mulai awal Januari 2019. Berbeda dengan kelas industri lainnya, siswa yang mengikuti program itu akan diangkat menjadi karyawan tetap.

Kepala SMKN Jateng Semarang Yudi Wibowo mengungkapkan, kelas industri itu didirikan bekerja sama dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama atau biasa disebut PT Buma, perusahaan tambang batu bara nasional. Sebanyak 30 anak, mulai kelas dua, akan dididik dengan kurikulum khusus, sesuai kebutuhan perusahaan.

“Untuk bisa masuk kelas Buma, siswa harus mengikuti seleksi seperti yang dilakukan di perusahaan. Mulai dari tes kesehatan, potensi akademik, wawancara, serta kebugaran,” bebernya.

Ditambahkan, kurikulum yang diajarkan sehari-hari menyesuaikan dengan kebutuhan PT Buma, mulai teori hingga praktik. Bahkan, untuk kebutuhan praktik, PT Buma memberikan bantuan engine crane dan escavator. Dengan pengetahuan dan ketrampilan yang memadai tersebut, setelah lulus mereka langsung bisa bekerja di perusahaan itu. Mereka bukan diangkat sebagai tenaga kontrak, melainkan direkrut menjadi karyawan tetap.

“Ini sekaligus mengurangi pengangguran yang katanya disumbang oleh lulusan SMK. Sebenarnya mereka bukannya tidak terserap, tapi kebanyakan lulusan SMK bekerja di perusahaan dengan masa kontrak dua tahun, sesuai regulasi. Setelah itu, putus kontrak dan perusahaan mencari karyawan baru. Tapi, kelas Buma ini berbeda. Para siswa diangkat menjadi karyawan tetap,” terang Yudi.

Keuntungan lain dari kelas industri tersebut, imbuhnya, para guru juga mendapatkan keterampilan yang sama. Sejumlah pengajar dari SMKN Jateng Semarang dikirim ke Kantor Pusat PT Buma di Balikpapan, untuk memperoleh pelatihan. Saat ini, sudah empat guru menempuh pendidikan tersebut.

Tak hanya di kelas industri, menurut Yudi penyempurnaan kurikulum juga dilakukan untuk kelas reguler. Seperti, memperbanyak praktik-praktik, khususnya membuat produk, dari semula dua jam menjadi tujuh jam per hari. Sehingga, setelah lulus mereka bisa menjadi wirausaha baru.

Pada 2018 lalu, dari 118 siswa, yang terserap bekerja dan yang melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi mencapai 198 orang atau 91,53 persen. Artinya, hanya menyisakan 8,47 persen pencari kerja.

“Kami memang mulai melatih mereka menjadi wirausaha. Dengan begitu, akan menekan pengangguran dan menyerap tenaga kerja, setidaknya dari warga di sekitar tempat tinggalnya,” tandas Yudi. (Ul, Diskominfo Jateng)

Kunjungan Jepang ke SMK NEGERI JAWA TENGAH

Semarang-Rabu (9/01). Perwakilan Lembaga Penyaluran Tenaga Kerja, Yayasan Mesou dari Jepang mengunjungi SMK NEGERI JAWA TENGAH sebagai balasan kunjungan Bapak Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo November lalu. Dalam kunjungan ini, mereka bertatap muka langsung dengan siswa dan memaparkan program kerja sama Indonesia dengan Jepang yaitu magang ke Jepang bagi lulusan SMK.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur pada saat kunjungan November lalu, beliau berharap agar adik-adik di SMK Jateng ini dapat menambah wawasan bekerja di perusahaan, sehingga memiliki wawasan yang luas dan nantinya dapat pulang ke tanah air untuk menerapkan ilmunya menjadi leader-leader di daerah masing-masing,” ujar Bapak Mulyono.

Beliau juga menyampaikan bahwa pendidikan karakter sangat penting sekali karena setelah karakter terbentuk, pendidikan yang lain akan mudah terbentuk, jadi bagi beliau pendidikan yang sudah diterapkan di SMK NEGERI JAWA TENGAH sudah matching dengan kami, tinggal menambahkan beberapa materi saja seperti pelajaran bahasa.

            Dalam kegiatan bertatap muka dengan siswa, Bapak Sugiora Yoshitada menyampaikan bahwa pemagang adalah orang asing di Jepang dan beliau menghimbau agar saat di Jepang dapat menjaga kesehatan dan juga pemagang harus bisa beradaptasi dengan budaya disana, baik bahasa maupun adat istiadat. Hal tersebut bisa menjadi bahan acuan bagi para calon pemagang. Beliau juga berpesan untuk banyak belajar, banyak melakukan perbaikan. Bapak Mulyono juga berpesan untuk tingkatkan, maju, belajar, dan semangat.

SUKSES DI LOMBA PEMILOS TINGKAT KOTA SEMARANG, THOWAF JADI RUNNER UP SANG KANDIDAT

Belum lama ini Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Lomba Penyelenggaraan Pemilihan Ketua OSIS tingkat SLTA se-Kota Semarang. Lomba yang digelar sejak bulan September-Oktober 2017 tersebut diikuti oleh 30 sekolah SMA/SMK negeri swasta di Kota Semarang. Dalam perlombaan tersebut, SMK Negeri Jawa Tengah mampu mengungguli dari sekolah lain sebagai juara 1. Juara kemudian disusul oleh MAN 2 Semarang di posisi kedua, SMKN 8 Semarang di posisi ketiga, kemudian MA AL ASROR di urutan 4 dan SMAN 13 Semarang serta SMAN 3 Semarang masing-masing di urutan 5 dan 6.

Plt. Kepala SMK Negeri Jawa Tengah Diyana, menjelaskan kesuskesan sekolah dalam meraih kejuaraan pada Lomba tersebut tidak lepas dari peran serta seluruh civitas akademik di sekolah, terutama pada bidang pembinaan kesiswaan di bawah arahan WKS kesiswaan. “Seluruh warga sekolah terlibat dalam pelaksanaan Pemilos, mulai dari Kepala Sekolah, WKS, Kaprog, guru, tenaga kependidikan, satpam, cleaning service, hingga seluruh siswa memiliki satu hak suara dalam memilih pemimin ketua OSIS”, jelas Diyana.

Sukiswanto, selaku WKS Kesiswaan menambahkan bahwa proses penyelenggaraan Pemilos di SMK Negeri Jawa Tengah dilaksanakan sedemikan rupa hingga menyerupai pelaksanaan Pemilu sebenarnya. Dengan berkaca dari pelaksanaan tahun sebelumnya yang juga diikutkan dalam perlombaan serupa, sekolah berusaha memperbaiki system dan tata cara pelaksanaan pemilos di sekolah. “Tahun lalu kami baru menduduki posisi ke-4 pada perlombaan Pemilos tingkat Kota Semarang. Tahun ini, kami sukses setelah berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya”, pungkas Kiswanto.

Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Isdianto menuturkan kegiatan Lomba Pemilos degielar dengan tujuan sebagai sarana pembelajaran politik dan demokrasi bagi calon pemilih pemula di Kota Semarang. Isdianto juga menjelaskan proses penilaian dilaksanakan secara menyeluruh pada semua tahapan Pemilos. Dimulai dari Pra Pemilos, penilaian dilaksaknakan sejak proses sosialisasi pemilos, pendaftaran calon, kampanye kandidat, serta debat kandidat calon ketua OSIS. Pada tahap pelaksanaan Pemilos, penilaian dilaksanakan pada proses pemungutan suara, penghitungan suara, rapat pleno penghitungan suara, serta rapat pleno penetapan hasil penghitungan suara. Sedangkan pada tahapan Pasca Pemilos, penilaian ditekankan pada kegiatan pelaporan.

Usai Lomba Pemilos, dilanjutkan Lomba Sang Kandidat

Tidak hanya berhenti di perlombaan penyelenggaraan Pemilos di sekolah, Kesbangpol Kota Semarang bersama KPU Kota Semarang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Jateng menyelenggarakan Lomba Sang Kandidat. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari perlombaan Pemilos. Setelah diperoleh ketua OSIS dari masing-masing sekolah, para ketua OSIS diuji kemampuan kepemimpinannya melalui debat Sang Kandidat. Dengan mengusung tema “Peran Pemuda Kota Semarang dalam Mewujudkan Semarang Hebat”.

Dalam penyelenggaraannya, Kesbangpol juga bekerja sama dengan televisi swasta TVKU Semarang yang dimiliki oleh Udinus Semarang. Pelaksanaan lomba disiarkan secara langsung melalui televisi dan disaksikan oleh tim pendukung dari masing-masing sekolah. Dari 30 peserta yang mengikuti lomba Pemilos dan ikut serta dalam Lomba Sang Kandidat, hanya diambil 10 peserta perwakilan dari sekolah untuk mengikuti babak semi final. 10 peserta tersebut dibagi dalam 2 bagian untuk ditandingkan, kemudian diambil 5 peserta terbaik untuk masuk pada babak Grand Final. Adapun kelima sekolah yang berhasil masuk pada babak Grand Final adalah (1) SMAN 3 Semarang, (2) SMKN Jawa Tengah, (3) SMAN 10 Semarang, (4) SMAN 9 Semarang, dan (5) SMKN 7 Semarang.

Dalam sepekan, SMKN Jateng Raih Berbagai Kemenangan Kejuaraan

Berbagai prestasi terus diraih oleh siswa siswi SMK Negeri Jawa Tengah dari berbagai bidang perlombaan. Kali ini dalam sepekan berbagai kejuaraan mulai di bidang menulis, membaca, agama hingga ekstrakurikuler Pramuka diraih dengan prestasi yang membanggakan. Pasalnya, meskipun mereka berawal dari keluarga kurang mampu dan bahkan tidak pernah diperhitungkan di lingkungan awalnya, kini mereka semakin percaya diri menatap masa depan dengan berbagai prestasi yang gemilang.
Sekolah yang beralamatkan di Jl. Brotojoyo No 1 Semarang ini memang belakangan mulai dikenal banyak orang. Bukan hanya karena prestasinya saja, namun dari karakteristik sekolah yang berbeda dengan sekolah pada umumnya. Sekolah yang baru berusia 3 tahun tersebut kini menjadi andalan bagi pemprov Jawa Tengah karena dapat menjadi tempat lahirnya kader bangsa yang unggul dari kalangan keluarga kurang mampu. Mereka, yang dari berbagai daerah di Jawa Tengah telah disaring dididik dan dipintarkan oleh pemprov di sekolah dengan system asrama dan berbeasiswa penuh. Seluruh biaya ditanggung oleh Pemprov Jateng mulai dari seragam sekolah, peralatan tulis, makan sehari-hari, hingga asrama untuk tempat tinggal.
*Juara Umum Kompetisi Pramuka se-Jateng di FIS Unnes*
Belum lama ini, siswa dari latar belakang kurang mampu tersebut berhasil menyita perhatian publik dengan meraih juara Umum pada Kompetisi Pramuka Penegak tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Guguslatih FIS Unnes pada 8 Oktober 2017 kemarin. Tim tersebut berhasil membawa 8 piala kejuaraan seperti;  Juara 3 Lomba Adi Karya Putri, Juara 2 Lomba Maket Perkemahan Putra, Juara 1 Lomba Maket Perkemahan Putri, Juara 2 Lomba Tari Kreasi Kepahlawanan, Juara 1 Lomba Pengembaraan Putra, Juara 1 Lomba Pengambaraan Putri. Kemengan tersebut bukanlah kali pertamanya bagi Pramuka di SMKN Jateng. Pada event yang sama, tepatnya 2 tahun yang lalu Juara Umum juga diraih pangkalan tersebut dengan mampu mengalahkan 38 sekolah kompetitor se-Jateng.
Selain pada event lomba tersebut, tim Pramuka SMKN Jateng juga telah berhasil menjuarai di berbagai kegiatan diantaranya; Juara Umum GWSHM tingkat Kota Semarang selama 3 tahun berturut-turut, Juara Umum Lomba Kartini’s Return FMIPA Unnes 2017, Juara Umum WRC FBS Unnes 2016, Juara Umum KOMPAS Racana Polines tahun 2016 dan berbagai kejuaraan Lomba Kepramukaan lainnya. Tim yang berada di bawah bimbingan Heri Purnomo ini selalu berhasil dalam kompetisi Pramuka dikarenakan memiliki pola pembinaan dan manajemen yang selalu mengacu dan memedomani Undang-undang dan peraturan dalam Gerakan Pramuka.

Read more